Ngentot Pembantuku Sendiri

Sekarang aku berumur 23 tahun dan sedang menyelesaikan kuliahku. Dan beginilah ceritanya….
Sebetulnya si aku keberatan juga. Dan berkat dia, aku udah dapat hampir semua pengalaman seks pria dewasa… Dan itu agak membuatku penasaran juga.)

Dan… aku agak kecewa juga si, ternyata gak secakep yang kubayangkan. Hari-hari pertama si gak ada yang aneh dengan dia. Aku cukup sering memperhatikan dia. Apalagi kalo lagi nyapu, ugh pantatnya yang bulat dan menantang itu langsung membusung dengan bangganya. Aku hanya suka memperhatikan dia ketika dia lagi bekerja. Namun tanpa kusadari sebetulnya dia peduli, dan kayaknya dia juga menikmati ketika aku melihatnya dengan nafsu begitu. Dia mulai memakai pakaian yang terbuka di rumah. Pertama kali aku melihatnya ketika dia sedang nonton tv di ruang dapur (papaku membeli tv itu khusus untuk pembantu biar dia gak bosen), dan kelihatnnya dia gak berusaha menutupinya, walaupun jelas-jelas aku berdiri di depan dia dan melihat celana dalamnya.
Cukup lama juga aku mondar-mandir di depan dia. Namun setelah itu aku kembali ke kamar karena aku takut dia marah…
Dan ternyata di kamar mandi ada benda yang baru saja aku lihat. Dengan tak sabaran aku mulai mencari dan kutemukan juga celana dalam kotor pembantuku itu.
Kutempelkan di wajahku dan kuhirup dalam-dalam aromanya. Waktu itu aku benar-benar berharap ada kotoran yang menempel di celana dalam itu.
Aku dah mulai terobsesi sama dia. Padahal sebelumnya aku hanya seneng memandanginya aja…

Aku pun jalan dengan gugup dan muka tertunduk. Trus tiba-tiba dia ngomong sama aku…

Damn!!!, artinya, dia tau aku ngapain aja di dalam. Apa dia bermaksud mengatakan kalo dia gak keberatan aku ngelakuin itu??? Dan aku tetap aja ketakutan dia bakal marah…
Aku selalu masuk kamar mandi setelah dia mandi. Dan pakaian kotornya masih anget, dan aromanya masih kuat. Dan lagi-lagi aku ngerasa aneh, kenapa dia gak nanya ke aku, kenapa aku selalu masuk setelah dia mandi. Yah mungkin dia udah tau gara-gara yang pertama kali itu, tp tetep aja aku gak ngerti kenapa dia gak marah.
Kegiatan ngintip celana dalam dia pun masih aku lakukan. Bahkan walaupun dia tau aku lg ngeliatin cdnya, dia cuek-cuek aja. Belakangan aku tau dia sengaja. Dia keluar kamar hanya dengan memakai celana dalam dan bra, dan mulai bekerja seolah gak ada kejadian apa-apa. Waktu ngeliat dia aku kaget setengah mati. Dan hari itu aku ngikutin dia terus. Dia juga (lagi-lagi) cuek-cuek aja. Aku takut dia marah, terus minta berhenti.
Waktu itu aku lagi baca komik di kamar. Tp yang didudukinnya ternyata bantalku, dan lama juga dia disitu. Begitu dia pergi, aku langsung menciumi bantalku. Dan ternyata impianku itu kejadian esoknya…
Tapi aku gak mau melewatkan saat-saat bersama dia. Jadi, karena dia liat aku terus-terusan nguap, dia nawarin untuk tiduran di pangkuan dia. Tanpa basa-basi langsung kuterima tawarannya.
Aku bener-bener udah horny. Dan dia pun pelan-pelan menggeser kepalaku dan meletakannya di sofa. Karena aku sedang pura-pura tidur, aku gak tau apa yang sedang terjadi. Dia menduduki wajahku. Aku gak percaya apa yang kualamin ini. Aaah,, aku bener-bener serasa di surga. Dia sedang bermasturbasi rupanya. Sepertinya dia udah ‘keluar’. Kadang-kadang aku lewat-lewat di belakangnya, atau meletakkan tanganku di tempat dia akan duduk, dan kelihatannya dia juga gak perduli walaupun dia sedang menduduki tanganku…
Dia udah gak memakai apapun lagi di badannya. Bukan itu aja, kalo dia ke kamar mandi juga udah gak pernah menutup pintu lagi.
Dan setengah jam kemudian dia masuk kamarku., dan mulai membereskannya. Dan ketika dia nungging, terlihat jelasalah anusnya yang indah itu.
Lalu tiba-tiba dia menghadap ke aku yang sedang tiduran di tempat tidur, lalu berkata..
“Dia mengarahkan pantatnya ke wajahku. Dia pun mulai bergerak liar di atasku.

Kelihatannya dia udah gak perduli apapun lagi. Dan beberapa saat kemudian dia menjambak rambutku dengan keras, dan setengah berdiri dengan lutunya, dan mengerang, pertanda dia sudah mencapai orgasme…

Setelah itu dia mulai menjilatiku lagi. Dan dia pun mulai meludahi wajahku dengan gemas. Dan dia membuka mulutnya dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya. Dan setelah beberapa menit, aku sudah ingin keluar..

Dan kukeluarkan semuanya di mulutnya. Dan kuliahat dia menelannya dengan semangat. Dan kalo kami gak sedang ber‘main’ pun dia tetap aja gak memakai bajunya. Hampir tiap hari aku minta dia mengencingiku. Kalo aku lagi gak mau, barulah dia ke wc secara biasa. Tp aku gak bisa ngebohongin diri sendiri, karena aku juga sangat menikmatinya.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "Ngentot Pembantuku Sendiri"

Moeiz abdoel18@yahoo.com pada 08:02 PM, 16-Dec-13

WaW mantaaap. . .

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)